Si Merah Mungil Tomat Dapat Mencegah Kanker Prostat

0
31
tomat-mencegah-kanker-prostat

Panganpedia – Siapa yang tidak mengenal tomat? Buah ini merupakan salah satu pelengkap masakan yang ada hampir di setiap dapur. Tomat merupakan salah satu jenis buah yang dimanfaatkan sebagai sayur. Rasa tomat yang masam menjadi penambah cita rasa segar pada suatu masakan. Tomat juga digunakan sebagai pelengkap cabai dalam sambal. Beberapa masakan juga memanfaatkan tomat mentah sebagai lalapan.

Namun, siapa sangka buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill) memiliki manfaat luar biasa, terutama bagi para laki-laki. Tomat memiliki khasiat sebagai pencegah kanker prostat. Hal ini dikarenakan tomat kaya akan kandungan terprenoid aktif yaitu likopen (lycopene).  Sebanyak 80% kandungan dari buah tomat adalah likopen.

Lycopene merupakan  salah satu zat pigmen yang termasuk dalam kelompok karotenoid. Zat pigmen ini mengakibatkan warna kuning tua hingga merah tua yang memberi warna pada tomat. Likopen merupakan salah satu antioksidan potensial yang bersumber dari makanan. Di dalam tubuh, likopen bekerja melalui mekanisme oksidatif dan non oksidatif1.

Sebagai salah satu jenis antioksidan kuat, likopen dapat mengurangi kerusakan DNA dan protein yang menjadi awal mula terjadinya kanker. Likopen juga bertindak sebagai antioksidan in vivo yang dapat meningkatkan komunikasi antar sel dan memodulasi perkembangan siklus sel2. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Adams et al. (2007) melalui American Association for Cancer Research menunjukkan bahwa konsumsi produk tomat setiap minggunya (5 hingga 7 porsi) berhubungan dengan penurunan resiko kanker prostat sebesar 30%-40%3. Dalam penelitian lain, konsumsi produk tomat sebanyak 2-4 kali per minggu dapat menurunkan resiko kanker prostat 15-34% dibandingkan dengan tidak mengkonsumsi sama sekali2.

Baca juga: Pilih Mana, Tomat Mentah atau yang Sudah Diolah?

Baca juga  Revolusi Susu dan Sejarah Lactose Intolerance

Salah satu hal yang menarik dari likopen adalah kandungannya meningkat seiring dengan pengolahan dan pemanasan tertentu. Sebuah penelitian yang menganalisa kadar likopen pada pasta tomat, menunjukkan bahwa pengolahan dengan pemanasan 80°C memiliki kandungan likopen lebih tinggi dari pada 60°C4. Beberapa kandungan likopen per takaran saji diurutkan dari yang tertinggi adalah saus sphagetti (28,1mg/125 ml), jus tomat (25 mg/250 ml), pasta tomat (13,8mg/30ml)5. Sehingga konsumsilah buah tomat dalam bentuk olahan, baik dalam bentuk saus, jus, maupun tambahan di dalam sayur.

Meskipun tomat merupakan buah yang sangat kaya akan likopen, namun tomat juga memeiliki kandungan nutrisi lain yang juga sangat bermanfaat diantaranya vitamin C, folat, potassium, polifenol, serta vitamin A dan vitamin E. Satu buah tomat ukuran sedang dapat memenuhi hampir setengah dari kebutuhan vitamin C harian untuk orang dewasa (required daily allowance/RDA). Selain itu, tomat juga memiliki kandungan lemak dan kalori yang rendah. Tomat merupakan buah yang bebas kolesterol serta merupakan sumber serat dan protein yang baik.

Sehingga jelaslah buah tomat dapat mencegah kanker prostat dan memiliki berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk keluarga. Dengan berbagai manfaat tersebut, apa Anda masih ragu untuk memasak buah tomat hari ini? 😉

 

Source:

  1. Sulistyowati, Y. 2006. Pengaruh Pemberian Likopen Terhadap Status Antioksidan (Vitamin C, Vitamin E, dan Gluthation Peroksidase) Tikus Hiperkolesterolemik. Tesis: Universitas Diponegoro.
  2. Mataram, K. W., Wahyuniari, I. A. I. 2013. Tomato Benefits in Reducing The Risk of Prostat Cancer. E-Journal Medika Udayana Vol. 1 (11) pp. 1-14
  3. Adams KC, Lindshield BL, Wang S, Jeffery EH, Clinton SK, and Erdman JW. 2007 Combinations of Tomato and Broccoli Enhance Antitumor Activity in Dunning R3327-H Prostate Adenocarcinomas. AACR Confreance. Vol. 67: 836-843.
  4. Apriliani, S. 2015. Analisa Kadar Likopen pada Pasta Tomat dengan MenggunakanSpektrofotometer Genesys 20 Visible. Tesis: Universitas Diponegoro.
  5. Wahyuningsih, M. S. H. 2015. Efek Nutraseutikal/Herba Lokal Terhadap Kanker (Evidence Based Study). Modul Kuliah Prodi Gizi Kesehatan FK UGM.
Baca juga  Tanya Jawab Seputar Antioksidan dalam Makanan

Source pict. dailysabah.com

 

Leave a Reply