Mana yang Benar, Sari Kedelai atau Susu Kedelai?

0
372

Panganpedia – Banyak orang beralasan malas mengkonsumsi susu sapi dengan alasan dapat menyebabkan kegemukan. Dengan menghilangkan menu susu dalam menu makan kita, maka kita akan kehilangan sejumlah manfaat yang terkandung di dalamnya bagi tubuh. Padahal sebetulnya ada minuman serupa susu yang dapat dijadikan alternatif pengganti, tanpa kehilangan manfaat sehat dari susu dan tanpa khawatir mengalami kegemukan.

Adalah sari kedelai yang kaya manfaat dan dapat menjadi pengganti susu sapi. Kita sering mendengarnya dengan istilah penyebutan “susu kedelai”. Jadi, istilah mana yang benar: sari kedelai atau susu kedelai? Simak dulu definisi susu menurut SNI berikut ini.

Menurut SNI 01-3141-1998, definisi susu adalah cairan yang berasal dari ambing sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun.

Berdasarkan definisi di atas, maka penyebutan “susu kedelai” tidaklah tepat dan akan lebih tepat bila menyebutnya sebagai “sari kedelai”.

Sari kedelai adalah minuman serupa susu yang dibuat dari kedelai. Minuman ini berasal dari Tiongkok dan mengandung protein, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12) dan air. Kandungan protein pada sari kedelai sangat lengkap. Kedelai mengandung sembilan asam amino esensial yang sangat penting bagi tubuh sebagai antibodi. Setiap cangkir sari kedelai tanpa gula mengandung sekitar 7 gram protein.

Manakah yang benar: sari kedelai atau susu kedelai? Click To Tweet

Kandungan zat gizi dari sari kedelai tersebut dapat dijadikan alternatif terbaik pengganti susu formula/susu sapi terutama bagi para penderita lactose intolerance, yaitu kondisi dimana sistem pencernaan tubuh tidak dapat mencerna laktase pada susu sapi.

Baca juga  Yakin Vitamin D Ada dalam Sinar Matahari? Begini Penjelasannya…

Alternatif bagi Vegetarian dan Anak dengan Autisme Syndrome

Bagi anak-anak yang mengalami autisme, protein yang ada pada susu sapi seperti kasein akan mengganggu fungsi otak yang dapat memperparah autisme. Oleh sebab itu, penggunaan susu sapi sebaiknya diganti dengan salah satunya sari kedelai untuk memelihara fungsi otaknya.

segelas sari kedelai tanpa gula mengandung sekitar 7 gram protein
segelas sari kedelai tanpa gula mengandung sekitar 7 gram protein

Bagi para vegetarian yang tidak bisa mendapatkan manfaat protein dari susu hewani, sari kedelai sangat cocok dijadikan pengganti untuk menyeimbangkan kebutuhan protein pada tubuhnya. Dan kabar baik bagi yang khawatir akan kenaikan berat badan akibat mengkonsumsi susu, sari kedelai yang rendah lemak namun tinggi protein ini dapat dijadikan menu diet sehat tanpa khawatir gemuk ketika mengkonsumsinya.

Baca juga: Mengapa Sulit Menurunkan Berat Badan? Sang Ahli Berbicara

Manfaat sari kedelai yang lain adalah memelihara kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah tinggi, mengurangi kolesterol dalam darah, mengurangi risiko diabetes, mencegah osteoporosis dan membantu menjaga kesehatan mental.

Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak minum susu, kan?

(*) dari berbagai sumber

Leave a Reply