Panganpedia – Pasti Anda sudah mengenal buah satu ini. Namun sejauh mana anda memperhatikan cara mengkonsumsi tomat yang baik terkait dengan sifat fungsionalnya? Tomat adalah buah yang biasa dikonsumsi dalam keadaan mentah. Tapi, karena rasanya yang asam, masyarakat sering mengolahnya menjadi jus, sambal, saus ataupun memanfaatkan tomat sebagai ingredient pendamping dalam pembuatan sup.

Jika harus memilih, mana yang harus kita pilih, tomat mentah atau tomat yang sudah diolah? Simak ulasannya di Panganpedia berikut ini!

Manfaat Fungsional Tomat

Tomat matang memiliki warna merah. Warna merah tersebut merupakan pigmen zat warna alami likopen. Likopen termasuk senyawa golongan karotenoid. Senyawa tersebut merupakan antioksidan. Oleh karena sifat antioksidannya, tomat dapat mencegah penyakit kanker ataupun penyakit degeneratif melalui mekanisme penghambatan reaksi berantai radikal bebas.

Studi yang dilakukan oleh Fornelli et al. (2006) menyebutkan bahwa likopen dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7. Peng et al. (1998) melaporkan bahwa wanita yang memiliki level likopen rendah lebih rentan terkena kanker serviks dan kanker ovarium dibandingkan yang memiliki level likopen tinggi. Menurut Penelitian Gann et al. (1999), pemberian tomat yang mengandung kadar tinggi likopen, mampu memperlambat pertumbuhan tumor prostat, tumor prostat bahkan mengecil dan menunjukkan penurunan tingkat prostate specific antigen (PSA), yaitu suatu senyawa yang diproduksi oleh sel kanker prostat.

Penyerapan Likopen dalam Tubuh

Keberadaan likopen dalam tomat terdapat dalam konfigurasi trans. Trans likopen merupakan struktur yang stabil sehingga penyerapannya dalam tubuh sangat rendah. Pengolahan tomat menjadi sari buah ataupun sambal dapat meningkatkan penyerapan atau bioavailabilitas likopen dalam tubuh. Hal ini dikarenakan adanya proses pemanasan dapat merubah konfigurasi likopen yang semula dalam bentuk trans menjadi cis. Likopen dalam bentuk konfigurasi cis- akan mudah diserap oleh tubuh.

Baca juga  Tips dan Trik Memilih Makanan Produk Jepang dengan Aman (1)

Pada proses pengolahan tomat menggunakan minyak juga dapat meningkatkan penyerapan likopen dalam tubuh. Likopen diserap oleh tubuh saat dicampur dengan misel. Minyak itu sendiri dapat memfasilitasi pembentukan misel. Nah, jadi untuk mengoptimalkan khasiat likopen yang terdapat dalam tomat kita bisa mengkonsumsi tomat yang telah melalui pengolahan. Sudah tambah enak, tambah bermanfaat pula.

 

Sumber:

Fornelii, F., A. Leona, I. Verdesca, F. Minervini, and G. Zacheo. 2007. The influence of lycopene on the proliferation of human breast cell line (MCF-7). Toxicology in Vitro. 21 : 217–223.

Gann, P. H., E. Giovannucci, W. Willett, F. M. Sacks, C. H. Hennekens,and M. J. Stampfer. 1999. Lower Prostate Cancer Risk in Men with Elevated Plasma Lycopene Levels : Results of A Prospective Analysis. Cancer Research Journal. 59(6) : 1225-1230.

Peng, Y. M., Y. S. Peng, J. M. Childers, K. D. Hatch,and D. J. Roe. 1998. Concentrations of Carotenoids, Tocopherols, and Retinol in Paired Plasma and Cervical Tissue of Patients with Cervical Cancer, Precancer and Noncancerous Diseases. Cancer Epidemiology Biomarkers and Prevention. 7 : 347-350.

SHARE
Previous articleIradiasi Pangan, Berbahayakah?
Next articleMengenal Papeda, Makanan Khas Papua
Master dari jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan salah satu universitas negeri di Jogjakarta. Sekarang engajar di universitas Darussalam Gontor, Ngawi.

Leave a Reply